Jam sudah menunjukkan pukul 7 kurang seperempat dan sudah waktunya bagi Odi untuk berangkat kerja. Tidak seperti biasanya hari ini ia berangkat lebih lambat dari biasanya. Padatnya kegiatan membuat ia lupa akan waktu untuk beristirahat. Sampai sampai untuk urusan makan saja ia sering kelupaan. "Duh, udah jam segini lagi, mana ada janji lagi" Odi menggerutu "Harus cepat-cepat berangkat ni, bisa-bisa kena omel nanti".Dan akhirnya Odi berangkat juga. Walaupun telat tapi dalam hati Odi hanya bisa berharap angkotnya yang ditumpanginya bisa sampai tempat tujuan lebih cepat. Dalam hati Odi bergumam "Hadehhh, lama bener ni angkot jalannya, bisa-bisa telat ni". Odi mulai kelihatan gelisah dan mulai tidak sabar ketika angkot yang ditumpanginya ternyata jalannya sengaja dilambatin oleh sang supir. Angkot terus berjalan lambat berharap ada penumpang yang naik lagi. Tapi Odi tetap menahan amarahnya dan tidak ia lampiaskan, ia terus berharap dan berharap agar angkot yang dinaikinya bisa lebih cepat lagi jalannya.Diluar dugaan ternyata angkot yang ditumpanginya mogok. Terpaksa seluruh penumpang diturunkan ditengah jalan saat itu juga. Odi benar-benar merasa jengkel saat ini. Ia merasa kesal pada sang supir, tapi ia masih kuat menahan rasa amarahnya itu.Kondisi jalan yang sedang ramai dan juga banyak angkot yang penuh membuat hati Odi menjadi risau. Hatinya sudah tidak tenang, pikirannya kacau dan yang ada dipikirannya hanya satu, yaitu bisa sampai dengan tepat waktu.Sudah 5 angkot yang ia perhatikan dan isinya selalu sama. Penuh, penuh, dan penuh. Odi makin bingung harus berbuat apa lagi.Di saat hatinya sedang pusing memikirkan dengan apa ia harus berangkat, tiba-tiba ada yang menyapanya."Assalamu'alaikum""Wa'alaikumsalam, eh Annisa"Odi kaget bukan kepalang ternyata yang menyapanya adalah teman lamanya saat SMA dulu. Bingung bercampur tegang karena yang ia temui saat ini adalah orang yang dulu sempat ia kagumi. Odi pun hanya diam, tak banyak kata yang diucapkan."Woy, bengong aja""Eh, enggak ko, siapa yang bengong""Klo enggak terus kenapa kamu diam aja""Aye lagi merhatiin angkot, makanya diam aja""Masa...."Seperti biasa nada centil Annisa makin membuat Odi jadi tambah grogi."Bener, masa bo'ong" Odi mengelak "Udah ah, aye berangkat duluan ya bis angkotnya udah nyampe tuh""Oke silakan""Assalamu'alaikum""Wa'alaikumsalam, hati-hati ya"Lengkap sudah rasanya. Pagi telat berangkat, angkot mogok, eh ujungnya malah ketemu temen lama. Bener-bener diluar dugaan Odi yang hatinya tadi berasa kalut gara-gara takut telat eh malah jadi berasa lepas ga ada beban. Dengan sedikit sikap sabarnya akhirnya Odi mendapatkan apa yang ia harapkan dan malah ia bertemu dengan orang yang dulu sempat ia kagumi. Janji pertemuan dengan orang pun akhirnya ditepati juga. Odi datang dan ia belum telat.
Itulah sedikit kisah buah dari kesabaran. jadi dimanapun kita berada utamakan sikap sabar sob. Sabar itu ga hanya waktu marah aja sob, masih banyak hal lain yang juga mengharuskan kita memiliki sikap sabar. Sebagai contoh, ketika kita melihat sesuatu yang kalau dilihat kita merasa jijik atau tidak suka kita harus punya sikap sabar dalam menghadapinya. Kita tidak usah menjelek-jelekkannya, kita harus sabar dalam menjaga mulut kita agar tidak melontarkan kata-kata yang dapat membuat seseorang jadi tidak enak.
Sabar ketika menghadapi musibah atau kejadian yang tidak enak. Kita harus menerimanya dengan lapang dada. Mungkin saja dibalik kejadian yang tidak enak tersebut tersembunyi suatu hal yang dapat membuat kita menjadi labih baik lagi. Kita semua memang tidak tahu, Tapi Allah punya rencana-Nya sendiri. Semua yang sudah ditakdirkan pasti baik untuk kita. Tinggal kita saja yang harus pintar-pintar dalam menyikapi keadaan yang ada.Seperti cerita di atas kalau kita sabar dalam menghadapi sesuatu pasti ada hikmahnya deh.Jadi, tunggu apa lagi. Yuk budayakan sikap sabar, ingat loh Allah selalu beserta orang orang yang sabar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar